Harry Potter and the Deathly Hallows


HARRY POTTER dan RELIKUI KEMATIAN

Penulis J.K. Rowling

Merupakan buku terakhir dari kisah petualangan Harry Potter yang menceritakan pertempuran terakhir antara Harry Potter dan Voldemort Pangeran Kegelapan (yang tidak boleh disebut namanya).

Kisah bermula dari Harry Potter yang saat itu sudah berumur 16 tahun  dalam dunia sihir anak dibawah usia 17 tahun masih mendapat perlindungan sihir dari roh-roh jahat yang akan mencelakainya terutama sang Lord Voldemort si pangeran kegelapan “yang tidak boleh disebut namanya” yang akan menguasai dunia dalam genggamannya melihat kesempatan datang orang “Harry Potter” yang akan menghalangi niat jahatnya itu Lord Voldemort jauh-jauh hari sudah mengirim roh-roh jahat Pelahap Maut, Dementor, infenteri yaitu mayat yg telah disihir untuk mengintai gerak-gerik Harry dan para pelindung abadinya dan orang-orang yang akan berusaha melindungi Harry akan disingkirkan dengan berbagai macam cara tanpa belas kasihan dan ampunan.

Kesempatan bagi Lor Voldemort Pangeran Kegelapan (yang tidak boleh disebut namanya) itu datang Harry sebentar lagi akan segera menginjak usia 17 tahun dimana pada usia tersebut mantera-mantera keabadian yang melindungi  Harry akan tidak berlaku lagi, kesempatan ini dimanfaatkan oleh Lor Voldemort Pangeran Kegelapan (yang tidak boleh disebut namanya) untuk membinasakan Harry yang dianggap bias menghalagi niatnya.

Daftar isi dari buku ini memuat 36 sub judul yang didalam sub judulnya menceritakan peristiwa-peristiwa keabangkitan Voldemort dari awal hingga akhir kematinnya di antaranya adalah :

1. Bangkitnya Pangeran Kegelapan

Kedua laki-laki itu muncul begitu saja, berjarak beberapa meter di jalan kecil disinari cahaya bulan. Sesaat mereka berdiri diam, tongat sihir terarah ke dada yang lain; kemudian saling mengenali, mereka menyimpan tongkat di balik jubah dan mulai berjalan cepat ke tujuan yang sama.

Ruang tamu itu dipenuhi orang-orang yang diam, duduk mengelilingi meja  panjang dengan banyak ornament. Snape dan Yaxley diam sejenak  diambang pintu.  Setelah mata mereka menyesuaikan diri dengan ketiadaan cahaya , pandangan mereka tertarik keatas, ke pemandangan paling aneh : sesosok manusia yang tampaknya pingsan tergantung terbalik  di atas meja, berputar pelan seakan tergantung pada tali yang tidak kelihatan, dan bayangan terpantul di cermin serta permukan meja yang berpelitur dan kosong dibawahntya . Tak seorangpun dari orang-orang yang duduk di bawahnya satu-satunya pemandangan degan ini memadanganya., kecuali seorang pemuda pucat yang duduk hampir tepat dibawahnya. Tampaknya diatak bias menahan diri agar tidak mengerling ke atas kira-kira setiap menit sekali. “ Yaxley, Snape” kata suara tinggi  nyaring dari kepala meja. “kalian nyaris saja terlambat.”

Sosok yang bicara duduk persis di depan perapian, sehingga sulit, awalnya bagi pendatang baru itu utk melihat lebih dari sekedar sluitnya. Namuin ketika mereka mendekat, wajah sosok itu berklilat  dalam kegelapan, tak berambut, mirip ular, dengan celah sebagai lubang hidungnya dan mata merah berkilat yang pupil matanya vertikal . Dia pucat sekali sehingga kelihatannya mengeluarkan pendar mutiara. “Severus, di sini”, kata Voldemort, menunjuk kursi  kosong disebelahnya“ Yaxley di sebelah Dolohov.

Kedua laki-laki itu duduk di tempat yg diberikan  kepada mereka.  Sebagian besar mata disekeliling meja mengikuti  Snape dan kepadanyalah Voldemort bicara terlebih dahulu”.

“Yang Mulia, Orde Phoenix bermaksud memindahkan Harry Potter dari tempatnya  yang aman saat ini pada hari Sabtu depan, saat malam tiba”.

2. In Memoriam

Harry telah melewatkan sepanjang pagi utk mengosongkan koper sekolah utk pertama kalinya sejak dia mengapaknya 6 th lalu. Pada awal tiap tahun ajaran baru  selama ini, dia hanya mengeluarkan tiga perempat isi bagian atasnya dan menggantinya atayu memperbaruinya-pena-bulutua, mata kumbang kering, kaus2 kaki sebelah yg sudah tak muat dipakainya. Beberapa menit sebelumnya Harry menjulurkan tangannya ke dalam gundukan sampah ini, merasakan tusukan menyakitkan pada jari-jario manis tangan kanannya dan ketika menariknya, melihat banyak darah.

Sekarang di melanjutkan dngn sedikit lebih hati2. Berlutut disebelah kopernya lagi, dia meraba mencari2 didasar koper dan, setelah mengambil lencana tua yang berpendar lemah bergantian antara DUKUNGLAH CEDRIC DIGGORY dan POTTER BAU, Teropong –Curiga yang sudah retak dan usang, dan g liontin emas yang didalamnya disembunyikan surat bertanda tangan “R.A.B”, dia akhirnya menemukan benda tajam yang telah melukainya. Dia langsung mengenalinya, panjang 5 cm, pecahan cermin sihir dua arahyg dulu diberikan almarhum walinya, Sirius. Harry menysihkannya dan merab-raba koper dengan hati-2 utk sisanya, tetapi yg tersisa dari hadiah terakhir walinya hanyalah bubuk kaca, yg menempel pada lapisan terbawah sampah seperti pasir berkilauan.

3. Keberangakatn Keluarga Dursley
4. Ketujuh Potter
5. Pejuang yang Jatuh
6. Hantu Berpiama
7. Surat Wasiat Albus Dumledore
8. Pernikahan

9.Tempat untuk Bersembunyi

10.  Kisah Kreacher

11.  Suap

12.  Sihir Itu Sakti

13.  Komisi Registrasi Kelahiran-Muggle

14.  Si Pencuri

15.  Pembalasan Goblin

16.  Godric’s Hollow

17.  Rahasia Bathilda

18.  Kehidupan dan Kebohongan Albus Dumbledore

19.  Rusa Betina Perak

20.  Xenophilus Lovegood

21.  Kisah Tiga Saudara

22.  Relikui Kematian

23.  Malfoy Manor

24.  Si Pembuat Tongkat Sihir

25.  Shell Cottage

26.  Gringotts

27.  Tempat Persembunyian Terakhir

28.  Pasangan Cermin Sihir

29.  Diadem yang Hilang

30.  Pemecatan Severus Snape

31.  Pertempuran Hogwarts

32.  Tongkat Sihir Elder

33.  Kisah Sang Pangeran

34.  Hutan Lagi

35.  King’s Cross

36.  Cacat dalam Rencana

Epilog

Sembilan Belas Tahun Kemudian

Musim gugur rasanya dating mendadak tahun tahun itu. Pagi hari pertama bulan September segar dan kering dan keemasan seperti apel , dan ketika keluarga kecil itu melangkah disepanjang jalan bisingmenuju stasiun besar  berjelaga, asap kenalpot dan panas para pejalan kaki berkilauan seperti jarring laba-laba didalam udara dingin. Dua sangkar besar berkertak-kertuk  di atas troli penuh yang didorong sang orang tua  : burung hantu didalamnya  beruhu-uhu dongkol, dan anak perempuan berambut merah  mengikuti di belakang kedua kakak laki-lakinya dengan bercucuran air mata, mencengkeram lengan ayahnya.

Orang-orang yang setiap hari pulang pergi naik kereta memandang penasaran kedua burung hantu ketika keluarga itu mencari jalan menuju palang rintangan diantara peron sembilan dan sepuluh.

“Begitulah yang terjadi padaku” kata Harry.

Dia belum pernah menceritakan hal ini kepada anak-anaknya  yg manapun, dan dia melhihat kekaguman di wajah albus ketika dia mengatakan kepadanya. Tetapi sekarang pintu-pintu membanting menutup  disepanjang kereta merah tua, dan garis bentuk samara para orang tua  berdesakan maju untuk ciuman perpisahan, untuk pesan-pesan terakhir . Albus melompat ke atas gerbong dan Ginny  menutup pintu di belakangnya. Murid-murid menjulurkan kepala dari jendela-jendela  didekat mereka. Sejumlah besar wajah, abik dikereta api maupun di peron kelihatan menoleh kea rah Harry.

“Kenapa mereka semua tervelalak?”

Tuntut albus, ketika dia dan Rose  menjulurkan leher berkeliling utk melihat murid-murid yg lain.

“Jangan kuatir,” kata Ron. “mereka kagum melihatku. Aku sangat tersohor.”

Albus, Rose, Hugo dan Lily tertawa, kereta api mulai bergerak , dan Harry berjalan sepanjang kereta memandang wajah kurus anaknya, yg sudah menyala kegairahan . Harry terus tersenyum , dan melambai , walaupun rasanya seperti ada yang hilang , memandang anaknya meluncur pergi darinya…

Sisa asap terakhir buyar dalam udara musim gugur. Kereta api menikung dibelokan > Tangan Harry masih terangkat dalam ucapan selamat tinggal.

“Dia akan baik-baik saja” gumam Jinny.

Seraya memandang Ginny, Harry tanpa sadar menurunkan tangannya dan menyentuh bekas luka berbentuk sambaran kilat di dahinya.

“Aku tahu dia akan baik-baik saja.”

Bekas luka itu tidak pernah membuat Harry sakit lagi selama sembilan belas tahun. Segalanya baik-baik saja.

————-**************————

Buku setebal 999 lembar ini, Harry Potter and the Deathly Hallows atau Harry Potter dan Relikui Kematian adalah seri ke tujuh atau terakhir dari karya JK Rowling dari 7 seri yang telah beredar dan kesemuannya telah di filmkan dalam cerita ini tentang petualangan Harry Potter.

Dalam buku ke 7 ini ini akan segera difilmkan menjadi dua bagian sebab banyak cerita yang akan dibuat semirip mungkin sekuel aslinya cerita buku ini. Jangan sampai tidak nonton bila yg belum pernah baca buku ini wajib!!

Berikut Award yang telah diraih setelah kemunculan kisah Harry Potter

Harry Potter  and the Philoshoper’s Stone :

® Nesle Smartie’s Book Prize Gold Medal 9-11 yrs

® FCBG  Children’s Book Award (overall winner)

® Brimingham Cable Children’s Book Award

® British Book Awards (Nibbies) Children’s Book of the Year

® Sheffield Children’s Book Award

® Guardian Fiction Award (shortilsted)

® Carnegie Medal (‘Commended’)

® Sorcieres Prix 1998 in France

® Premio Cento per la Letteratura Infantile 1998 in Italy

Harry Potter and the Chamber of  Secrets :

® Nesle Smartie’s Book Prize Gold Medal 9-11 yrs

® Scottiesh Arts Council Children’s Book Award

® FCBG Children’s Book Award

®British Book Awards Children’s Book of the Year

® Whitbread Chiledren’s Book of the Year (shortlisted)

®  Sheffield Children’s Book Award

® Guardian Fiction Award (shortilsted)

Harry Potter an the Prisoner of Azkaban :

® Smartie’s Book Prize Gold Medal 9-11 yrs

® Whitbread Chiledren’s Book of the Year

® Children’s Book Award (shortilsted)

® Sheffield Children’s Book Award (shortilsted)

® Carnegie Medal (shortilsted)

® Guardian Fiction Award (shortilsted)

Harry Potter  and the Goblet of Fire :

® WH Smith Children’s Book of the year  winner

® Blue Pter Book Awards (winner best book to share category)

® Scottiesh Arts Council Children’s Book Award

® FCBG Children’s Book Award  (winner oh the longer novel category)

Harry Potter and the Order of the Phoenix :

® WH Smith Children’s Book of the year winner

Harry Potter and the Half-Blood Prince :

® British Book Awards (Nibbies) 2005 Book of the Year

® Carnegie Medal 2005 (shortilsted)

® Royal Mail Scotish Children’s Book Award 8-12 category winner

Harry Potter and the Deathly Hallows :

Iklan

Tentang bondandsuwarno

cool, calm and confident
Pos ini dipublikasikan di movie, resensi dan tag , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Harry Potter and the Deathly Hallows

  1. mas stein berkata:

    dan tokoh favorit saya (pada akhirnya) adalah profesor Snape, ndak semua orang mampu menjalani peran sebagai agen ganda, apalagi dengan kemampuan sihir si voldemort. *halah*

    • bondand suwarno berkata:

      Snape itu sebenarnya itu wali baptisnya Harry kalo gak salah tapi dia berhianat (membela Lord Vodemort “yg tidak boleh disebut namanya”) Di akhir ajalnya “oleh Lord Vodemort” dia baru mengakui bahwa harry adalah putra baptisnya, Karena cinta segi tigalah yang membuat Snape, Lilly dan James menjadi berantakan persahabatan mereka.

  2. susiloadysaputro berkata:

    wah…saya mah lebih suka nonton filmnya,,hehe

  3. Asop berkata:

    Jujur aja, saya udah punya novel ketujuh ini sejak lama, tapi belum saya baca ampe sekarang…. 😆 Terakhir baca masih buku keenam. :mrgreen:

  4. santi berkata:

    nice post…
    kunjungi ini ya..
    klik ini
    thanks

  5. ikrar wahlberg berkata:

    sy sgt suka semua versix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s