Lorong Menuju Halte Busway Terminal Pulogadung


Waktu menunjukan pukul 04.45, begitu saya menginjakan kaki di terminal Pulogadung, udara masih terasa sangat dingin kebetulan semalam sepanjang perjalan dari Cilacap dan di wilayah Cirebon hingga Jakarta diguyur hujan yang cukup lebat dan kebetulan kendaraan yang saya tumpangi Bis Sinar Jaya dari Cilacap air conditionernya (AC) berfungsi secara tidak normal, kalau biasanya di tiket tercantum Bis AC tetapi kenyataannya yang keluar dari fentilasi AC hanya udara yang berbau apek bercampur bau keringat walaupun tarifnya masih selangit tetapi kenyamanan suatu barang mahal untuk gambaran umum angkutan yang dari dan menuju kotaku dan hampir seragam di seluruh republik ini. Begitu saya turun dari bis di terminal Pulogadung sudah sangat penuh sesak dengan para pemudik yang baru balik dari kampung halaman ditambah bising knalpot dengan kepulan asap angkutan kota !  yang sudah dipastikan kalau dites emisi karbon akan dinyatan sudah tidak layak untuk beroperasi karena sudah mengeluarkan timbal PADAT yang sangat berbahaya bagi kesehatan apa bila terhirup oleh manusia untuk warga Jakarta yang tingkat emisinya sangat tinggi. Begitu turun saya bergegas menuju selter busway kearah yang menuju pemberhentian Dukuh Atas untuk selanjutnya melanjutkan tujuan Ragunan, karena hari Senin ini waktunya saya beraktivitas kantor seperti biasa. Baru berjalan beberapa langkah mata saya tertuju terhadap sesosok tubuh bocah laki2 berumur sekitar antara 5-6 tahun dengan sepasang kaki yang sangat mungil berbalut celana pendek dan baju yang sangat kumal dan terlihat sedikit basah mungkin semalam sang bocah kehujanan karena mencari tempat berteduh diemperan dan selalu diusir para pemilik toko. kejam… Astagfirulloh haladziim alangkah mirisnya hatiku terasa diris-iris sembilu ketika melihat bocah itu tertelungkup entah tertidur atau sudah mati sang bocah itu, saya tidak tega untuk membangunkannya karena kasihan dan iba terhadapnya alangkah susahnya mencari tempat untuk memejamkan mata sehingga lorong halte busway yang becek dan banyak orang hilir mudik dijadikan tempat untuk memejamkan mata. Negara apa ini !!! Dalam UUD 45 sudah disebut fakir miskin dan anak terlantar di pelihara oleh Negara. Dalam qitab suci dan hadis2 disebutkan fakir miskin dan anak yatim adalah yang paling utama untuk ditolong! Bukankah para pemimpin (pemerintahan dan agama) kita paham betul pada apa yang sudah digariskan itu!!!. Alloh SWT akan menghisab para pemimpin yang menelantarkan umatnya..!!! Apa langkah kita terhadap peristiwa seperti itu tidakkah serenyuh dengan bocah itu…. Saya melihat orang-orang yang berlalu lalang seolah hanya melihat sampah yang tidak berguna. Bukankah kita sama2 umatnya sama warga Negara ini…apa yang diperintahkan agama kita terhadap anak-anak seperti itu.!! Marilah kita membantu sesama, sekecil apapun yang kita lalukan akan bermanfat utk mereka. YANG TERBAIK DALAM HIDUP INI ADALAH MENGASIHI SETIAP INSANI.

Iklan

Tentang bondandsuwarno

cool, calm and confident
Pos ini dipublikasikan di ria jenaka, sosial dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Lorong Menuju Halte Busway Terminal Pulogadung

  1. Sarimin berkata:

    🙂 hadir…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s