Jodha Akbar


Film India atau juga disebut Bollywood oleh masyarat Indonesia dipersepsikan sebagai film yang membosankan, durasi yang panjang, kacangan yang hanya bercerita tentang, cinta, harta, politik dan yang menjadi trade mark adalah tariannya.

Namun disamping Bollywood yang nota bene adalah yang paling produktif diseluruh dunia melebihi Hollywood dalam menciptakan film-film yaitu sekitar, jumlah produksi film India rata-rata mencapai 800 judul per tahun. Dari jumlah itu, 200 judul di antaranya berbahasa Hindi. Sedangkan sisanya menggunakan bahasa daerah seperti Tamil, Bengali dan Telugu. Dari sisi pemasaran, secara geografis memang telah menyaingi Hollywood. Jumlah ini dua kalinya produksi film di Amerika Serikat. Walau hampir semua film itu memiliki format serupa (waktu tayang 3-4 jam, banyak nyanyi dan tari, cerita menyangkut percintaan, penuh aksi dan selalu berakhir bahagia happy ending.

Pada awal 2000-an, film-film India yang tadinya dianggap kampungan itu mendadak populer, bahkan melahirkan fenomena yang tak terduga dimana berbagai stasiun televisi Indonesia seakan berlomba seakan berlomba menayangkan film-film  India. Bahkan tidak jarang film India di putar pada saat jam tayang utama (prime time). Fenomena itu sebenarnya terpicu popularitasnya film Bollywood bertajuk “Kuch Kuch Hota Hai” yang dibintangi Shah Rukh Khan, Kajol dan Rani Mukherjee.

Film-film India yang telah mendapat penghargaan piala Oscar salah satunya adalah ’’Slumdog Millionaire’’ telah menjadi fenomena paling menghebohkan.

Sebelumnya saya telah menyakisakan film ini melalui DVD kesayangan saya dirumah dan pada tanggal 8 Juli 2009 pukul 22.00 WIB saya menyaksikan kembali sebuah sinema India yang apik disebuah TV swasta dengan judul JODHA AKBAR. Jodha Akbar” arahan Ashutosh Gowarikar. Di Film legenda ini, Hrithik berperan sebagai Kaisar Akbar dan artis cantik Aishwarya Rai, yang memerankan tokoh Jodha Bai, permaisuri raja Jalaludin Muhmmad.

Jodha Akbar bukan film tentang perang kisah hidup raja termasuk kisah cintanya, kisah yang saya tangkap dari film ini adalah sebuah film yang melambangkan toleransi beragama yang dijalankan oleh seorang raja Islam dari kerajaan Mogel dengan seorang raja bernama Muhammad Jalaludin yang mendapat sebuah istri yang sangat cantik Jodha yang  sebelumnya mereka tidak saling mengenal dari kerjaan berbeda agama.

Dalam cerita ini kita akan melihat bahwa setiap agama mempunyai kewajiban sendiri, dimana Jodha yang beragama Hindu meminta kepada paduka raja Muhammad Jalaludin yang bergama Islam untuk mengabulkan 2 (dua) persyaratan sebelum mereka melangsungkan perkawinan

Yang pertama raja Jalaludin tidak boleh memaksakan Jodha untuk pindah atau berganti agama sesuai keyakinanya yang dianut dari nenek moyangnya yaitu agama Hindu, dan yang kedua raja Jalaludin harus mengijinkan Jodha untuk membawa patung hindu didalam kamarnya supaya dia setiap saat untuk menyembah atau bersembayang. Dan kedua permintaan tersebut dikabulkan oleh raja Muhammad Jalaludin.

Sebagai seorang yang telah beristri raja Jalaludin sudah selayaknya untuk mendekati istrinya didalam kamar yang bertirai terlihat murung tidak bahagia dengan perkawinannya dan bertanya “apakah kamu tidak bahagia dengan perkawinan ini” “saya tidak akan memaksakan perkawinan ini jika kamu tidak menghendakinya” “saya mencoba untuk menerima tapi hati saya sampai sekarang masih menolak untuk menerima anda” jawab permaisuri Jodha” “kalau kamu tidak menginginkan perkawinan ini! seperti agama yang saya anut saya tidak boleh memaksakan kehendak orang yang tidak mengingkinkannya jadi kamu tinggal katannya saja saya tidak menahan kamu”.

Pada suatu pagi dimana permaisuri Jodha sedang bersembahyang dihampiri oleh raja Jalaludin dengan hati-hati dan melepas sepatu disamping sepatu permaisuri berdiri disamping, karena terkejut atas kedatangan sang raja ratu jodha hanya menatap dengan tenang ditanganya permaisuri mengangkat cawan yang berisi tepung berwarna merah, api kecil sebagai simbol kehdupan menurut penganut Hindu, secara reflek permaisuri Jodha menaruh tangan diatas api kecil dan memutarkannya sebagi simbol bhakti terhadap agama dan wanita yang telah bersuami, dan raja Jalaludin mengikuti gerakan apa yang diperagakan oleh permaisuri Jodha dan sebagai akhir raja mengabil sebutir tepung merah lalu diusapkan didahi permaisuri Jodha melambagkan habwa dia adalah istrinya, secara reflek ratu jodha menyentuh telapak kaki raja sebagai dharma bakti seorang istri terhadap suami.

Hari berganti dan karena kearifan dan bijaksana seorang raja Jalaludin sehingga timbulah rasa cinta dikeduanya, seiring dengan tekanan dari para penasehat dan kerabat kerajaan raja Jalaludin menunjukan kearifan dan toleransinya terhadap umat beragama, sehingga tekanan-tekanan dijadikan tekad untuk menunjukan bahwa apapun agama yang dianut oleh semua orang pada dasarnya dalah kita harus saling bertoleransi.

Iklan

Tentang bondandsuwarno

cool, calm and confident
Pos ini dipublikasikan di movie, resensi, ria jenaka dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

18 Balasan ke Jodha Akbar

  1. Hana berkata:

    Baru shj selesai nonton Jodha Akbar.. Komen saya kalau nk buat cerita yg melibatkn agama harusla ada ilmu tentang agama itu sendiri supaya tidak bercanggah..saya rasa cerita ini tidak menggambarkn cara hidup islam yg sebenar..biarlah seimbang dan tidak menyentuh sensitiviti mana2 pihak..tiada dlm islam hukuman seperti mencampakkn org yg bersalah..harus ditunjukkn raja jalaludin bersembahyang di awal pagi..iaitu solat subuh..bknnyer tunjukkn raja jalaludin bangun bila matahari sudah meninggi..perkara yg tidak boleh jgnlah dibolehkn..harus ada ilmu dan bertanya kepada yg ahli2 agama andai ingin menerbitkn filem sebegini…andai dijaga batas2 nya InsyaAllah akn memberi manfaat kepada kita semua…

    • bondandsuwarno berkata:

      @hana, dilihat dari tata bahasanya Hana ini gadis Malasyia ? salam kenal !! dan terima kasih telah mampir dan berkenan membaca artikel ini.
      – Benar sekali pendapat *mbak* hana (mbak= di Indonesia panggilan buat gadis), dalam film Jodha akbar ini memang tidak digambarkan secara jelas tata cara beribadah dalam islam seperti sholat etc, namun dalam hal ini hanya digambarkan menyangkut toleransi dalam beragama dan tidak memaksakan hekendak dalam menjalankan ibadah, dalam islam surat Alkafirun tersebut disebutkan Lakum dien nukum waliaddien.
      – Film Jodha -Akbar ini menggambarkan alur cerita tentang sebuah rasa cinta yang tumbuh oleh karena sikap, santun dalam berbicara, teguh dalam keputusan dan budi baik yang ditunjukan oleh raja Jalalludin.
      – Secara garis besar film ini memang tidak mengambarkan rukun islam, namun menurut saya ada sisi positif dalam menonjolkan budaya islam,
      – terima kasih. wassalam

  2. surya berkata:

    film yang sangat bagus, terimakasih atas sinopsisnya

  3. guntur g berkata:

    kalo filmnya mesti ada sholatnya,gue jadi males dech nontonnya dan matikan tv nya lebih baek

  4. guntur g berkata:

    hana super munafik

  5. Bagus berkata:

    Manusia punya cara2x sendiri untuk menyembah tuhan,,dan pasti tujuannya baik dan tak ada yg jelek! Ya kan! Jadi jangan menganggap agama kita paling sempurna. Damai3x!

  6. dewi berkata:

    Om swastyastu

  7. dewi berkata:

    Jgn menganggap agamamu paling sempurna selama masih melakukan kerusuhan di muka bumi. Dia yg sll menganggap diri paling baik melambangkan bahwa dirinya msh diliputi ego. diam …..hening ….dan berbuatlah ….yg bs mendamaikan seluruh umat.suksma

  8. Cahaya berkata:

    Sy suka skli dgn film ini. Para pemainx sangat bgus aktingx.

  9. Irma Aishahrani berkata:

    Apakah jodha memiliki anak dg raja akbar??

    • bondandsuwarno berkata:

      @irma Aishahrani.. dalam film layar lebih tidak diceritakan lebih lanjut..mungkin dalam serial yang tayang di TV lokal nanti akan mengupas lebih jauh. Tapi menurut saya film Jodha Akbar yang di layar lebar (movie) yang di produksi Bollywood jauh lebih seru dan lebih bagus terlebih yang di bintangi oleh hrithik roshan dan aishwarya rai…

  10. Risma Cahyani berkata:

    I like it Jodha Akbar (y) btw ratU rukayyah nsib.a gmana ?? Pliz resp0n 🙂

  11. syarif berkata:

    ratu ruqoyyah hatinya tertekan dan iri terhadap jodha
    dia dan anga merencanakan hal yg buruk untk jodha….
    pecinta sejarah

  12. ani silatsanni berkata:

    saya lebih suka jodha akbar daripada liat sinetron yang sukanya marah2,orang jahat yang tidak ada matinya,cerita yang dipanjang2kan bila retingnya naik sehingga film tsb akan keluar dari alur semula.Ini jg memberikan pendidikan karaekter bahwa kita jg hrs menghormati perbedaan yg ada dan ditambah cerita cinta sang raja dan ratu tambah seru

  13. Risma Cahyani berkata:

    ntar yg Jdi raja stelh jalal anak.a j0dha atau ruqayah ?? dan nanti konflik terbesar.a apa? pliz yg udh pernah n0nt0n resp0n d0nk ! thanks 🙂

  14. Alif Suryaone berkata:

    Cuma pengen tau sejarah tajmahal, eh.. Malah kesengsem sama si jodha nya

    Memang sih.. Jauh bgt dari islam yg sebenarnya, yah.. Namanya jg bukan orang islam yg buat
    Mencoba berprasangka baik saja dulu… Toh sejarahnya yg bikin penasaran

    Tp denger2 yg sinetron katanya melenceng dari sejarah y ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s